Brilio.net - Di tengah hiruk pikuk perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 beberapa waktu lalu, keriuhan netizen Indonesia dan Malaysia tak dapat dielakkan di media sosial (medsos). Netizen saudara serumpun ini seakan punya pola hubungan “benci tapi cinta, cinta tapi benci” yang mana kadang tampak saling dukung di medsos, kadang saling lempar olok-olokan.
Belum lama ini, seorang netizen yang disebut dari Malaysia, membuat riuh Threads dengan unggahannya yang memuat foto uang Rp10.000 bergambar Frans Kaisiepo.
Akun Threads pablo_yamii itu menuliskan caption “Dah la Malaysia jom kita balik. Diorang ada Thanos do 🥶” pada Minggu (4/10/2026) lalu.
Frans Kaisiepo
© 2026 /kab-nduga.kpu.go.id; Threads pablo_yamii
Tak butuh waktu lama, balasan dari netizen Indonesia berbondong-bondong menghampiri status medsos pablo_yamii.
Nah, sebenarnya siapa Frans Kaisiepo yang disebut Thanos oleh warganet Malaysia itu?
Netizen Indonesia pun menyebutkan siapa sosok yang dibuat status tersebut. Saat netizen Malaysia menjadikannya bahan bercanda, warganet Indonesia pasang badan.
“Ya betul, itu Thanos kami. Nama dia Frans Kaisiepo, pahlawan nasional dari Papua.
Bedanya Thanos kamu yang di Marvel itu hapus separuh alam semesta pakai jentikan jari. Thanos kami ini yang satukan separuh Papua masuk Indonesia pakai diplomasi, tak perlu jentikan jari, tak perlu perang.
Dia yang usulkan nama Irian untuk Papua, dia yang lawan Belanda. Jadi kalau kamu nampak dia macam Thanos, maknanya dia memang sekuat Thanos, tapi versi real life dan versi baik,” tulis akun my_dream1s.
“Hi, Indonesian Here! Terimakasih sudah mempromote bapak Frans Kaisiepo. Bapak Frans Kaisiepo sangat berarti bagi kami karena ia adalah simbol pemersatu Bangsa Indonesia yang mempertaruhkan seluruh hidupnya agar Papua tidak dipisahkan dari Indonesia oleh Belanda. Dia tegas melawan belanda. Karna sulitnya perjalanan hidupnya berjuang untuk Indonesia kami abadikan di mata uang kami. Dan Kami bangga dengan Papua Irian jaya 🧡,” komentar akun alanoralita.
“Hai, saya orang Indonesia, tapi boleh cakap Melayu juga. Kat Korea, bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu pun digabungkan untuk peperiksaan tertentu. Tapi apa yang awak post ni memang dah melampau. Yang awak panggil Thanos tu Bapak Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional Indonesia dari Papua. Wajah beliau ada pada duit Rp10,000. Takkanlah sampai nak hina pahlawan negara jiran? Nak bergurau pun biarlah berpada pada. Tolong hormat sikit, ya 🙏,” akun amalfiraaa ikut bersuara.
Siapa Frans Kaisiepo?
Frans Kaisiepo
© 2026 /kab-nduga.kpu.go.id; Threads pablo_yamii
Frans Kaisiepo merupakan pahlawan nasional Indonesia asal Biak, Papua, yang lahir pada 10 Oktober 1921. Namanya dikenal karena perjuangannya mempertahankan keberadaan Republik Indonesia di Papua dan mendorong penyatuan wilayah tersebut dengan Indonesia.
Dirangkum dari kab-nduga.kpu.go.id dan djpb.kemenkeu.go.id, Selasa (6/10/2026), pada 1945, Frans menjadi salah satu tokoh yang menegakkan eksistensi Indonesia di Papua. Ia tercatat sebagai orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di wilayah tersebut.
Perjuangannya berlanjut di bidang politik. Pada 1946, Frans menjadi satu-satunya orang asli Papua yang diutus dalam Konferensi Malino di Sulawesi Selatan. Ia menentang rencana Belanda yang ingin memasukkan Papua ke dalam Negara Indonesia Timur serta memperjuangkan agar Papua tidak berada di bawah kekuasaan Belanda.
Frans juga mendirikan Partai Indonesia Merdeka di Biak pada 1946. Karena aktivitas perlawanannya, ia kemudian dipenjara Belanda pada 1954 hingga 1961.
Setelah keluar dari penjara, Frans tetap memperjuangkan penyatuan Papua dengan Indonesia. Ia mendirikan Partai Irian Sebagian Indonesia pada 1961. Perjuangan mengenai status Papua kemudian menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang berujung pada Perjanjian New York pada 1963, yang mengatur pengalihan pemerintahan Papua dari Belanda kepada Indonesia.
Atas perjuangannya, Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dari Papua melalui Keputusan Presiden Nomor 077/TK/1993. Sosoknya kemudian diabadikan dalam uang pecahan Rp10.000 emisi 2016.
Recommended By Editor
- Alami kesulitan ekonomi dan kesehatan, putra tokoh Proklamasi Sayuti Melik dievakuasi Kemensos
- Ahli waris Pahlawan Nasional dapat Rp 50 juta per tahun, Mensos: Jangan lihat nilainya
- Profil Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer dan mertua SBY yang baru ditetapkan jadi Pahlawan Nasional
- Soeharto Pahlawan Nasional: Apa pertimbangan pemerintah anugerahkan gelar di tengah pro kontra?
- 9 Potret Tutut dan Bambang Trihatmodjo wakili trah Cendana terima gelar Soeharto pahlawan, ucap syukur



