Larangan Hasad
Hasad adalah sifat yang konon katanya manusiawi. Meski sebenarnya, Allah SWT dan Rasul-Nya tidak menyukai manusia yang berlaku hasad. Entah itu kepada diri sendiri atau orang lain. Terutama hasad yang berkaitan dengan duniawi, seperti harta kekayaan.
Menurut beberapa pendapat, ada hasad yang diperbolehkan. Hasad ini berkaitan dengan urusan agama dan akhirat. Dengki yang seperti ini akan membuat seseorang berupaya terus mendekatkan diri pada Allah SWT.
Tentu hal ini baik dan bukan bagian dari kompetisi kemenangan dan kekalahan. Dengki dalam urusan agama dan akhirat akan membuat manusia mencari keridaan Allah SWT, bukan pujian semata. Keridaan inilah yang nantinya akan mengantarkan seseorang lebih bersyukur atas segala yang dipunya.
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak boleh ada hasad kecuali pada dua perkara: ada seseorang yang dianugerahi harta lalu ia gunakan untuk berinfak pada malam dan siang, juga ada orang yang dianugerahi Al-Qur’an, lantas ia berdiri dengan membacanya malam dan siang.” (HR. Bukhari, no. 5025, 7529 dan Muslim, no. 815).
Recommended By Editor
- Sabun susu bikin momen mandi lebih calming, ini kata Lervia yang jadi pionirnya sejak 24 tahun lalu
- Jenis-jenis riba, pengertian dan dasar hukumnya menurut Islam
- Pengertian tasawuf, hukum dan pelaksanaannya
- Kemenag rilis logo halal baru motif Surjan, ini makna dan filosofinya
- Tata cara haji dan umroh, mudah dipahami
- 6 Syarat sah hewan kurban berdasarkan tuntunan agama Islam
































