Jangan langsung dipakai, ini cara menentukan sutil kayu berjamur masih layak digunakan atau tidak
Diperbarui 7 Agt 2026, 20:27 WIB
Diterbitkan 8 Agt 2026, 09:00 WIB
- Kenapa sutil kayu bisa berjamur?
- Apakah semua jamur pada sutil kayu masih bisa dibersihkan?
- Ciri sutil kayu yang sebaiknya dibuang
- Jika jamurnya masih tipis, begini langkah membersihkannya
- Cara menyimpan sutil kayu agar tidak mudah berjamur
- Tabel: Kapan sutil kayu masih bisa dipakai?
- Tabel: Tanda sutil kayu sebaiknya dibuang
- Kapan waktu yang tepat mengganti sutil kayu?
- FAQ
Brilio.net - Sutil kayu banyak dipakai karena aman untuk wajan anti lengket dan nyaman digunakan saat memasak. Namun, berbeda dengan sutil berbahan silikon atau stainless steel, kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap air, minyak, hingga sisa makanan bila tidak segera dibersihkan.
Kondisi tersebut membuat sutil kayu lebih mudah ditumbuhi jamur, terutama jika sering disimpan dalam keadaan lembap. Meski begitu, tidak semua sutil kayu yang berjamur harus langsung dibuang. Ada beberapa tanda yang bisa membantu menentukan apakah alat masak tersebut masih layak digunakan atau sebaiknya diganti.
Kenapa sutil kayu bisa berjamur?
Jamur biasanya tumbuh ketika permukaan kayu sering lembap dalam waktu lama. Karena memiliki pori-pori alami, kayu lebih mudah menyerap air dibandingkan bahan lain sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering.
Beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya jamur antara lain:
- Sutil tidak dikeringkan hingga tuntas setelah dicuci.
- Disimpan di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara.
- Masih terdapat sisa minyak atau makanan pada permukaannya.
- Terlalu lama disimpan tanpa digunakan atau diperiksa kondisinya.
- Sering direndam dalam air dalam waktu lama.
Semakin sering kondisi tersebut terjadi, peluang jamur tumbuh pada permukaan kayu juga meningkat.
Apakah semua jamur pada sutil kayu masih bisa dibersihkan?
Tidak selalu. Bila jamur hanya tampak tipis di permukaan, tidak disertai bau menyengat, dan kondisi kayu masih utuh, sutil masih mungkin dibersihkan sebelum digunakan kembali.
Sebaliknya, jika jamur sudah menyebar luas, muncul berulang setelah dibersihkan, disertai bau apek yang tidak hilang, atau kayu mulai retak dan lapuk, sebaiknya sutil diganti. Kondisi tersebut menunjukkan kebersihan dan kualitas kayu sudah menurun sehingga kurang ideal untuk bersentuhan dengan makanan.
Ciri sutil kayu yang sebaiknya dibuang
Perhatikan beberapa tanda berikut sebelum memutuskan tetap memakai sutil kayu.
- Jamur hitam atau hijau menyebar di beberapa bagian.
- Bau apek tetap muncul meski sudah dicuci.
- Permukaan kayu retak atau pecah.
- Kayu mulai lapuk atau terasa lunak.
- Serabut kayu mudah terlepas saat digunakan.
- Jamur kembali muncul dalam waktu singkat setelah dibersihkan.
Jika menemukan satu atau beberapa tanda tersebut, mengganti sutil menjadi pilihan yang lebih bijak.
Jika jamurnya masih tipis, begini langkah membersihkannya
Apabila jamur baru muncul di permukaan dan kondisi kayu masih baik, sutil dapat dibersihkan terlebih dahulu.
Bahan/alat
- Air mengalir
- Sabun cuci piring
- Sikat berbulu lembut
- Kain bersih atau tisu dapur
Langkah
1. Bilas sutil menggunakan air mengalir.
2. Oleskan sabun cuci piring secukupnya.
3. Gosok seluruh permukaan memakai sikat lembut hingga bersih.
4. Bilas kembali sampai tidak ada sisa sabun.
5. Keringkan menggunakan kain bersih.
6. Jemur sebentar di tempat yang mendapat sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara baik.
7. Simpan setelah benar-benar kering.
Hindari merendam sutil kayu terlalu lama karena dapat membuat kayu menyerap lebih banyak air.
Cara menyimpan sutil kayu agar tidak mudah berjamur
Penyimpanan yang tepat membantu menjaga sutil tetap kering dan mengurangi risiko tumbuhnya jamur.
Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:
- Cuci segera setelah selesai memasak.
- Keringkan sampai benar-benar tidak lembap.
- Simpan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara baik.
- Jangan langsung memasukkan ke laci saat masih basah.
- Hindari merendam sutil terlalu lama.
- Periksa kondisi permukaan secara berkala.
Tabel: Kapan sutil kayu masih bisa dipakai?
| Kondisi | Masih Aman Dipakai? | Keterangan |
|---|---|---|
| Jamur tipis di permukaan | Bisa dipertimbangkan setelah dibersihkan | Pastikan jamur sudah benar-benar hilang, tidak ada bau yang menetap, dan permukaan kayu masih utuh tanpa kerusakan. |
| Bau normal | Ya | Tidak menunjukkan tanda kelembapan yang menetap atau pertumbuhan jamur pada kayu. |
| Permukaan masih halus | Ya | Menandakan struktur kayu masih baik dan belum mengalami kerusakan yang berarti. |
| Hanya terdapat noda | Ya | Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali dan pastikan noda bukan berasal dari jamur. |
Tabel: Tanda sutil kayu sebaiknya dibuang
| Tanda | Alasan |
|---|---|
| Jamur hitam atau hijau menyebar | Sulit dipastikan hanya berada di permukaan karena jamur dapat masuk ke dalam pori-pori kayu. |
| Bau apek menetap | Menunjukkan adanya kelembapan yang berlangsung lama atau pertumbuhan mikroorganisme pada kayu. |
| Kayu retak | Celah pada kayu dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan, kotoran, dan kelembapan yang sulit dibersihkan. |
| Kayu lapuk | Menandakan struktur kayu telah melemah sehingga daya tahan dan kebersihannya menurun. |
| Serabut mudah lepas | Berisiko ikut tercampur ke dalam makanan dan menandakan permukaan kayu mulai mengalami kerusakan. |
Kapan waktu yang tepat mengganti sutil kayu?
Tidak ada aturan pasti mengenai berapa lama sutil kayu harus diganti. Yang lebih penting adalah rutin memeriksa kondisinya.
Jika permukaan masih utuh, tidak berbau, dan selalu dibersihkan serta dikeringkan dengan baik, sutil dapat terus digunakan. Namun, bila sudah muncul jamur berulang, retakan, atau tanda kerusakan lain, menggantinya menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga kebersihan peralatan masak.
FAQ
1. Apakah sutil kayu boleh dicuci menggunakan mesin pencuci piring?
Sebagian besar sutil kayu tidak disarankan dicuci di mesin pencuci piring karena paparan air panas dan kelembapan dalam waktu lama dapat mempercepat kerusakan kayu.
2. Apakah sutil kayu perlu dijemur setiap selesai dicuci?
Tidak harus. Yang terpenting, sutil benar-benar kering sebelum disimpan. Menjemur sesekali dapat membantu mengurangi kelembapan bila cuaca memungkinkan.
3. Mana yang lebih tahan terhadap jamur, sutil kayu atau silikon?
Sutil silikon umumnya lebih tahan terhadap kelembapan karena tidak memiliki pori-pori seperti kayu.
4. Apakah noda gelap pada sutil kayu selalu berarti jamur?
Tidak. Sebagian noda bisa berasal dari warna bumbu atau proses pemakaian. Perlu diperhatikan apakah noda disertai bau, tekstur berubah, atau muncul lapisan berbulu.
5. Bagaimana cara memperpanjang usia pakai sutil kayu?
Cuci segera setelah digunakan, hindari merendam terlalu lama, keringkan hingga tuntas, dan simpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
RECOMMENDED ARTICLES
- Lapisan panci anti lengket cepat aus? Coba cek spons yang digunakan setiap hari
- Panci enamel atau stainless, mana yang lebih mudah tampak gosong? Simak perbedaannya
- Cara menghilangkan bau apek pada talenan kayu yang sudah dicuci tanpa merusak serat
- Mana lebih higienis, sutil kayu atau silikon? Simak fakta dan cara merawatnya
- 5 Tanda sutil kayu sebaiknya diganti, jangan tunggu sampai berjamur
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Cara membuat ayam kukus kuah yang lezat di rice cooker, mudah dan enak cuma tinggal cemplung
06 / 08 / 2026 20:00 WIB -
Cara membuat nasi kuning tanpa santan di rice cooker, tetap wangi & pulen dan tahan lama
05 / 08 / 2026 20:00 WIB -
Cara memasak nasi kuning Banjar rumahan cuma pakai rice cooker, rasa manis gurih rempahnya nikmat
07 / 08 / 2026 21:00 WIB -
Cara membuat telur dadar rawis pendamping nasi kuning yang kenyal dan lembut, ternyata gampang
06 / 08 / 2026 19:00 WIB