Minyak goreng berbusa saat dipakai, ternyata ini beberapa penyebabnya
Diperbarui 30 Sep 2026, 18:52 WIB
Diterbitkan 30 Sep 2026, 11:00 WIB
Brilio.net - Minyak goreng berbusa saat dipakai bisa bikin proses menggoreng terasa berbeda. Busa bahkan kadang muncul cukup banyak hingga menutupi permukaan minyak, padahal sebelumnya minyak terlihat biasa saja.
Kondisi ini tidak selalu berarti minyak sudah rusak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kadar air pada bahan makanan, tepung yang terlepas, sisa remah dalam minyak, sampai kondisi minyak yang sudah digunakan beberapa kali.
Karena itu, jangan langsung menilai minyak hanya dari munculnya busa. Perhatikan juga kapan busa muncul dan bagaimana perubahan minyak selama digunakan.
Kenapa minyak goreng bisa berbusa?
Ada beberapa kemungkinan penyebab yang bisa terjadi saat minyak dipanaskan.
1. Bahan makanan masih terlalu basah
Air dari permukaan bahan yang masuk ke minyak panas akan berubah menjadi uap dan menghasilkan banyak gelembung. Kondisi ini cukup umum ketika menggoreng bahan yang baru dicuci atau belum ditiriskan dengan baik.
Ikan, ayam, tahu, tempe, maupun bahan makanan lain bisa membawa air dalam jumlah tertentu ke dalam minyak.
Karena itu, bahan yang akan digoreng sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu. Semakin banyak air yang masuk ke minyak panas, semakin aktif pula gelembung yang terlihat.
2. Tepung dan remah makanan banyak terlepas
Pada makanan berbalut tepung, sebagian lapisan bisa terlepas selama proses menggoreng. Tepung dan remah tersebut kemudian tertinggal di dalam minyak.
Jika jumlahnya semakin banyak, minyak dapat terlihat lebih keruh dan berbusa ketika dipanaskan kembali.
Sisa tepung juga bisa membuat minyak lebih cepat terlihat kotor sehingga sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk.
3. Minyak sudah digunakan berulang kali
Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami perubahan selama penggunaannya. Sisa makanan dan komponen dari makanan yang digoreng juga dapat tertinggal di dalam minyak.
Akibatnya, karakter minyak pada penggunaan berikutnya tidak selalu sama seperti saat pertama kali digunakan.
Namun, minyak yang berbusa saja belum cukup untuk memastikan bahwa minyak sudah tidak layak digunakan. Kondisinya perlu dilihat bersama tanda lain seperti aroma, asap, warna, dan banyaknya sisa makanan.
4. Jenis bahan yang digoreng berbeda
Tidak semua bahan makanan memberikan respons yang sama ketika masuk ke minyak panas. Kandungan air dan komponen alami pada bahan dapat memengaruhi banyaknya gelembung yang terlihat.
Jadi, jika busa hanya muncul ketika menggoreng bahan tertentu, belum tentu penyebabnya adalah minyak.
5. Banyak sisa makanan dari penggorengan sebelumnya
Minyak yang tidak disaring setelah digunakan dapat membawa remah makanan ke penggunaan berikutnya. Ketika minyak dipanaskan lagi, sisa tersebut ikut berada di dalam proses penggorengan.
Semakin banyak sisa yang terkumpul, semakin besar pula kemungkinan minyak terlihat berbeda saat dipanaskan.
Bedakan busa karena bahan dan kondisi minyak
Busa perlu dilihat bersama situasi ketika proses menggoreng berlangsung. Berikut beberapa kondisi yang bisa menjadi petunjuk awal.
| Yang terlihat | Kemungkinan penyebab | Yang bisa dilakukan |
|---|---|---|
| Busa muncul segera setelah bahan dimasukkan | Air dari bahan masuk ke minyak panas | Tiriskan dan keringkan permukaan bahan |
| Busa banyak bersama remah tepung | Lapisan tepung banyak terlepas | Kurangi tepung berlebih dan bersihkan remah |
| Busa muncul ketika minyak dipakai kembali | Ada sisa makanan atau minyak sudah mengalami perubahan | Saring minyak setelah dingin dan periksa kondisinya |
| Busa disertai asap berlebihan | Suhu terlalu tinggi atau kondisi minyak berubah | Kurangi panas dan evaluasi kondisi minyak |
| Busa berkurang setelah bahan matang | Gelembung berkaitan dengan air dari bahan | Pantau proses dan jangan memenuhi wajan |
Tabel tersebut hanya menjadi panduan pengamatan. Satu tanda tidak selalu menunjukkan satu penyebab tertentu.
Jangan langsung menambahkan air ke minyak berbusa
Ketika melihat busa memenuhi minyak, jangan mencoba mengatasinya dengan menuangkan air ke dalam wajan.
Air yang masuk ke minyak panas dapat berubah menjadi uap secara cepat dan menyebabkan minyak memercik. Kondisi tersebut justru bisa membahayakan orang yang sedang memasak.
Jika busa muncul setelah bahan dimasukkan, lebih baik kecilkan atau sesuaikan api bila diperlukan dan biarkan proses penggorengan berlangsung dengan hati-hati.
Perhatikan kondisi minyak sebelum digunakan lagi
Busa bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika menentukan apakah minyak masih akan digunakan kembali.
Periksa beberapa kondisi berikut:
Apakah minyak mengeluarkan asap pada suhu yang biasanya tidak terlalu tinggi?
Apakah aromanya sudah berubah atau menjadi tidak sedap?
Apakah warnanya mengalami perubahan yang cukup jelas?
Apakah terdapat banyak remah makanan yang sulit dipisahkan?
Apakah minyak tampak jauh lebih kental dibanding sebelumnya?
Apakah minyak terus berbusa meski tidak banyak bahan makanan yang dimasukkan?
Semakin banyak perubahan yang terlihat, semakin perlu mempertimbangkan untuk mengganti minyak daripada terus menggunakannya.
Cara mengurangi minyak berbusa saat menggoreng
Tidak ada satu trik yang bisa mencegah semua jenis busa. Namun, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi penyebab yang berasal dari proses memasak.
Sebelum menggoreng:
1. Tiriskan bahan yang baru dicuci.
2. Keringkan permukaan bahan yang terlalu basah.
3. Singkirkan tepung berlebih sebelum bahan dimasukkan ke minyak.
4. Pastikan wajan dan alat masak yang digunakan tidak membawa air.
Saat menggoreng:
1. Panaskan minyak secukupnya.
2. Masukkan bahan secara bertahap.
3. Jangan memenuhi wajan dengan terlalu banyak bahan sekaligus.
4. Angkat remah tepung yang mengambang jika jumlahnya mulai banyak.
Setelah menggoreng:
1. Biarkan minyak cukup dingin sebelum ditangani.
2. Saring minyak untuk memisahkan sisa makanan jika minyak memang masih akan digunakan.
3. Simpan dalam wadah bersih dan tertutup.
4. Periksa kembali kondisi minyak sebelum digunakan pada penggorengan berikutnya.
Bagan alur: minyak berbusa, apa yang perlu dicek?
pada bahan
keringkan bahan
berlebih
dan sisa makanan
setelah dingin
dan bahan
asap, aroma, warna, dan kondisi minyak
mengganti minyak
digunakan
Intinya, minyak goreng berbusa tidak otomatis berarti minyak sudah rusak. Waktu munculnya busa, kondisi bahan, sisa makanan, serta perubahan aroma, asap, warna, dan tekstur minyak perlu dilihat secara bersamaan.
FAQ
Apakah minyak goreng berbusa pasti sudah rusak?
Tidak. Busa dapat muncul karena air dari bahan makanan, tepung, remah makanan, atau perubahan pada minyak akibat penggunaan sebelumnya.
Kenapa minyak berbusa saat menggoreng ayam?
Salah satu kemungkinan adalah air dari ayam masuk ke minyak panas. Lapisan tepung atau bumbu yang terlepas juga dapat membuat minyak semakin berbusa.
Apakah minyak berbusa masih boleh digunakan?
Busa saja tidak cukup untuk menentukan kondisi minyak. Periksa juga aroma, asap, warna, jumlah sisa makanan, dan perubahan kondisi minyak secara keseluruhan.
Bagaimana agar minyak tidak mudah berbusa?
Pastikan bahan tidak terlalu basah, kurangi tepung yang berlebihan, jangan memenuhi wajan, dan bersihkan sisa makanan dari minyak setelah digunakan.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Kulkas dingin tapi sayuran cepat layu, bisa jadi cara menyimpannya yang perlu diperiksa
- Jangan buang batang brokoli, bagian yang sering dianggap sisa ini bisa diolah jadi lauk
- Ayam goreng sisa sering jadi lembek? Begini cara menyimpannya agar tetap enak
- Putih telur sisa jangan dibuang, bisa diolah jadi lauk sederhana untuk teman makan
- Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? cara ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur
Tags
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Mau yang seger tapi takut kebanyakan gula? Yuk coba resep es teh krampul legitnya medok & less sugar
28 / 09 / 2026 10:00 WIB -
8 Resep telur kukus yang hemat tapi nutrisi tetap lengkap, Rp 10 ribu bisa dapat 2 kali makan
29 / 09 / 2026 19:00 WIB -
Cara buat air tajin yang nutrisinya tidak hilang & tetap higienis, ini 5 variasi minuman sehatnya
28 / 09 / 2026 09:00 WIB -
Bosan bekal yang katanya sehat tapi rasanya hambar? Yuk cobain 8 resep bekal kukusan yang viral ini
24 / 09 / 2026 19:00 WIB