Brilio.net - Foto-foto perjuangan anak Indonesia pergi sekolah dengan keterbatasan sarana yang memadai menjadi bahan guyonan di media sosial Facebook. Situs 9GAG mengunggah sebuah foto dengan potret anak Indonesia yang sedang pergi ke sekolah dengan bertaruh nyawa melewati jembatan rusak.
"Di Indonesia, kamu haru menjadi ninja untuk pergi ke sekolah, (secara diam-diam Indonesia melatih agen sejak kecil)," tulis 9GAG dalam keterangan foto yang diunggah di fanspage mereka pada Senin (23/8).
Miris sekali melihatnya, 3.000 orang membagikan kiriman ini dan lebih dari 28.000 orang menyukainya. Beragam komentar miris pun bermunculan, lebih dari 1.800 komentar menanggapi foto tersebut. "Karena di korupsi pemerintah," tulis akun Petaka Hitam Sugianto Wong dalam kolom komentar.
Netizen dari luar negeri pun prihatin melihatnya, "Kita harus menghargai anak-anak ini, berapa kali kita membolos sekolah hanya untuk alasan sepele, tetapi lihatlah anak-anak ini. Semoga pemerintah melakukan apa yang harus dilakukan," tulis akun Anuvith Prem dalam komentarnya.
Protes keras pun dilayangkan oleh akun Celjerick G Rodriguez, "Jangan bikin situasi ini menjadi candaan, seharusnya kita membantu mereka daripada membuat candaan dengan ini," tulisnya.
Sebagai orang Indonesia pun miris melihat perjuangan anak Indonesia pergi sekolah menjadi sebuah bahan lelucon, sarana yang begitu memprihatinkan membuat mereka melakukan hal itu. Harusnya mereka diapresiasi setinggi-tingginya atas usaha mereka pergi ke sekolah, bukan sebagai bahan candaan.
Bagaimana menurut kalian?
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Kepala sekolah ini liburkan muridnya demi kencan dengan pacar
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- 70 Persen mahasiswa baru UGM dari kalangan kurang mampu
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Pengalaman Fima ngajar di AS: Banyak yang tertarik budaya Indonesia
- Cerita Fima, mahasiswa yang dikirim jadi guru Bahasa Indonesia ke AS
- Selain memberantas buta huruf, Kiswanti juga ajarkan ibu-ibu komputer
- Kisah Wahyu, buka jasa bimbel malah ditelikung karyawannya


