Brilio.net - Baru menerima gaji, tetapi beberapa hari kemudian uang sudah banyak terpakai? Kadang masalahnya bukan hanya jumlah penghasilan, melainkan uang yang belum dibagi untuk kebutuhan tertentu. Belanja harian, ongkos kerja, tagihan, dan ajakan nongkrong bisa mengambil bagian dari uang yang sama.
Cara membuat budget bulanan sederhana bisa dimulai dengan mencatat pemasukan, menghitung kebutuhan wajib, menentukan alokasi untuk kebutuhan lain, lalu mengecek pengeluaran secara berkala. Kamu tidak harus memakai aplikasi khusus atau membuat tabel yang rumit. Catatan di ponsel atau buku kecil pun bisa digunakan.
Cara membuat budget bulanan sederhana dimulai dari menghitung pemasukan
Budget bulanan adalah rencana pembagian uang yang akan diterima dan dikeluarkan dalam satu bulan. Tujuannya agar kamu mengetahui uang yang tersedia, kebutuhan yang harus dibayar, serta jumlah yang masih bisa digunakan untuk keperluan lain.
Langkah pertama adalah menghitung pemasukan bersih yang benar-benar bisa digunakan. Jika kamu karyawan, gunakan gaji setelah potongan rutin, bukan nominal gaji sebelum potongan. Jika memiliki pemasukan tambahan, masukkan berdasarkan jumlah yang realistis diterima.
Catat beberapa hal berikut:
- Gaji bersih yang masuk ke rekening.
- Penghasilan tambahan yang cukup pasti diterima.
- Tanggal uang masuk, terutama jika memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
- Pengeluaran wajib yang harus dibayar pada awal bulan.
Jangan langsung menghitung uang lembur, bonus, atau pemasukan sampingan yang belum pasti sebagai uang yang sudah tersedia. Jika uang tersebut akhirnya diterima, kamu bisa membuat alokasi tambahan.
Catat kebutuhan wajib sebelum membagi uang
Sebelum menentukan jatah belanja harian, tulis terlebih dahulu kebutuhan yang harus dipenuhi. Misalnya biaya kos, listrik, air, makan, transportasi kerja, pulsa atau internet, cicilan, dan iuran rutin.
Catat nominal beserta tanggal jatuh temponya. Dengan begitu, kamu tidak menganggap seluruh saldo rekening sebagai uang bebas pakai padahal sebagian sudah harus disiapkan untuk membayar tagihan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui materi edukasi Perencanaan Keuangan Keluarga, menyarankan pencatatan penghasilan dan pengeluaran, termasuk biaya tempat tinggal, kebutuhan rumah tangga, tagihan, transportasi, tabungan, dan cicilan. Pencatatan semacam ini relevan untuk budget pribadi karena membantu memperlihatkan ke mana uang digunakan setiap bulan.
Setelah kebutuhan wajib dicatat, kelompokkan pengeluaran lain, seperti makan di luar, hiburan, belanja pakaian, dan langganan digital. Pengeluaran yang nilainya kecil tetap perlu diperhatikan jika sering dilakukan.
Bagi uang bulanan sesuai kondisi keuangan
Setelah mengetahui jumlah pemasukan dan kebutuhan wajib, tentukan alokasi untuk setiap kelompok pengeluaran. Kamu bisa menggunakan persentase sebagai titik awal, tetapi tidak harus mengikuti pembagian tertentu secara kaku.
Sebagai contoh, aturan 50/30/20 membagi penghasilan menjadi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau pembayaran utang. Pembagian ini merupakan salah satu pendekatan, bukan aturan yang cocok untuk semua orang.
Jika biaya kos, transportasi, atau kebutuhan keluarga mengambil porsi besar, kamu bisa menyesuaikan persentasenya. Jangan memaksakan tabungan sebesar 20 persen jika kebutuhan dasar dan kewajiban yang harus dibayar saja belum terpenuhi. Sebaliknya, jika masih ada ruang, sisihkan uang untuk tujuan keuangan sebelum menghabiskan sisa anggaran.
Urutan yang bisa dicoba:
1. Sisihkan uang untuk tagihan dan kewajiban yang jatuh tempo.
2. Tentukan biaya kebutuhan sehari-hari, termasuk makan dan transportasi.
3. Alokasikan uang untuk tabungan atau dana darurat sesuai kemampuan.
4. Tentukan batas pengeluaran untuk hiburan dan belanja nonwajib.
5. Simpan sedikit ruang untuk pengeluaran tidak terduga jika memungkinkan.
Pisahkan uang berdasarkan kategori melalui rekening berbeda, fitur kantong di aplikasi keuangan, atau catatan sederhana. Kamu tidak harus membuka banyak rekening. Yang terpenting, uang yang sudah dialokasikan untuk tagihan tidak ikut dianggap sebagai uang belanja bebas.
Contoh budget bulanan dengan gaji Rp4 juta
Misalnya kamu menerima gaji bersih Rp4 juta per bulan dan tinggal di kos. Angka berikut hanya contoh untuk memperlihatkan cara menghitung anggaran, bukan patokan biaya hidup atau pembagian yang wajib diikuti.
| Kategori Pengeluaran | Anggaran Contoh |
|---|---|
| Kos atau kontrakan | Rp900.000 |
| Makan dan kebutuhan dapur | Rp900.000 |
| Transportasi | Rp400.000 |
| Listrik, air, dan internet | Rp250.000 |
| Cicilan atau kewajiban rutin | Rp300.000 |
| Tabungan atau dana darurat | Rp400.000 |
| Kebutuhan pribadi dan hiburan | Rp450.000 |
| Cadangan pengeluaran tak terduga | Rp400.000 |
| TOTAL ANGGARAN | Rp4.000.000 |
Catatan: Anggaran ini hanya contoh dan perlu disesuaikan dengan penghasilan, lokasi tempat tinggal, serta kebutuhan masing-masing.
Dalam contoh tersebut, total anggaran sama dengan pemasukan Rp4 juta. Jika biaya kos di tempatmu lebih mahal atau kamu harus membantu keluarga, sesuaikan nominalnya dengan kondisi sebenarnya.
Perhatikan juga kategori yang bisa berubah. Biaya makan mungkin berbeda antara bulan ketika kamu lebih sering memasak dan bulan ketika jadwal kerja membuatmu lebih sering membeli makanan. Pengeluaran transportasi pun dapat berubah jika kamu harus bepergian lebih jauh.
Jika anggaran terasa terlalu ketat, periksa kembali pengeluaran yang bisa disesuaikan. Jangan langsung menghapus kebutuhan penting atau menambah utang hanya agar pembagian anggaran terlihat rapi di atas kertas.
Evaluasi pengeluaran agar anggaran tetap realistis
Budget bulanan bukan rencana yang tidak boleh berubah. Anggaran justru perlu diperiksa untuk melihat apakah pembagian uang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Luangkan beberapa menit setiap minggu untuk membandingkan anggaran dengan pengeluaran nyata. Catat transaksi setelah membayar sesuatu atau pada akhir hari agar lebih mudah mengingatnya.
Gunakan checklist berikut saat mengevaluasi budget:
Jika uang makan habis lebih cepat daripada rencana, misalnya, periksa apakah penyebabnya harga makanan, frekuensi membeli makanan di luar, atau perhitungan awal yang terlalu rendah. Setelah mengetahui penyebabnya, kamu bisa menyesuaikan anggaran bulan berikutnya.
Jangan menganggap satu bulan yang meleset berarti budget gagal. Catatan pengeluaran justru membantu kamu membuat perkiraan yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Pada akhirnya, budget bulanan sederhana tidak harus penuh rumus atau kategori. Mulailah dari pemasukan bersih, kebutuhan wajib, alokasi untuk kebutuhan lain, dan evaluasi rutin. Buat pembagian yang realistis untuk kehidupanmu sekarang, lalu perbaiki secara bertahap ketika pola pengeluaran sudah lebih terlihat.
Recommended By Editor
- Baru merantau atau tinggal terpisah dari orang tua? Cek 9 tagihan bulanan ini
- 5 Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji Rp3 juta, tanpa stres dan tetap bisa nabung
- Contoh laporan keuangan rumah tangga Excel dan manual, lengkap dengan tips hemat
- 6 Tips mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 2 juta, bisa tetap nabung
- Contoh laporan belanja harian terbaru 2025, praktis dan mudah dicontoh
- Gaji suami Rp1,6 juta, emak-emak punya satu bayi minta saran cara atur duit, curhatannya dikritik

