- Bagaimana cara mengingatkan rekan kerja tanpa menyindir?
- Langkah mengingatkan rekan kerja dari awal hingga deadline
- Contoh chat untuk mengingatkan rekan kerja dalam berbagai situasi
- Kalau rekan kerja lebih senior atau tidak terlalu dekat
- Kalau rekan kerja sudah beberapa kali terlambat
- Kesalahan saat menagih tugas teman kantor yang perlu dihindari
- Apa yang dilakukan jika rekan kerja tetap tidak menyelesaikan tugas?
- Checklist dan tabel praktis
- Kapan perlu mengingatkan kembali?
- FAQ
Brilio.net - Pekerjaanmu sudah hampir selesai, tetapi laporan belum bisa dikirim karena satu bagian dari rekan kerja belum masuk. Padahal, tenggat sudah dekat dan kamu juga punya pekerjaan lain yang harus diselesaikan.
Mau mengingatkan lewat WhatsApp, tetapi takut terdengar seperti sedang menagih utang. Kalau dibiarkan, pekerjaan tim justru bisa terlambat.
Cara mengingatkan rekan kerja yang efektif adalah menyebutkan tugas yang belum selesai, tenggat yang disepakati, dan tindak lanjut yang dibutuhkan. Gunakan kalimat netral yang berfokus pada pekerjaan, bukan menilai sifat atau kemampuan orangnya. Dengan begitu, pesanmu tetap jelas tanpa perlu menyindir.
Bagaimana cara mengingatkan rekan kerja tanpa menyindir?
Kamu bisa mengingatkan rekan kerja dengan menyebutkan konteks pekerjaan, menanyakan progres, dan memastikan kapan hasilnya dapat dikirim. Hindari menebak alasan keterlambatan atau menggunakan kalimat yang mempermalukan rekan kerja.
Contohnya, daripada mengirim pesan, "Kamu kapan selesainya? Dari tadi belum ada," kamu bisa menulis:
Hai, aku mau follow up bagian laporan yang kemarin kamu kerjakan. Kira-kira sudah sampai mana, ya? Aku perlu menggabungkannya dengan bagian lain sebelum dikirim besok.
Pesan tersebut menjelaskan alasan kamu menghubungi rekan kerja sekaligus membuka kesempatan baginya untuk memberikan informasi tentang progres atau kendala.
Ada tiga hal yang sebaiknya muncul dalam pengingat:
- Konteks: tugas atau bagian pekerjaan yang sedang dibicarakan.
- Waktu: tenggat yang sudah disepakati atau waktu yang dibutuhkan tim.
- Tindak lanjut: informasi yang kamu perlukan, seperti perkiraan selesai atau konfirmasi adanya kendala.
Kamu tidak perlu meminta maaf berkali-kali hanya karena menanyakan pekerjaan yang memang menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Selama disampaikan dengan wajar dan sesuai kesepakatan, pengingat merupakan bagian dari koordinasi tim.
Langkah mengingatkan rekan kerja dari awal hingga deadline
Supaya komunikasi tidak berubah menjadi saling menyalahkan, lakukan pengingat secara bertahap. Tidak semua situasi membutuhkan beberapa pesan; sesuaikan dengan tenggat dan tingkat urgensinya.
1. Periksa kembali tenggat yang sudah disepakati
Sebelum menghubungi rekan kerja, pastikan kamu tidak salah mengingat tanggal atau waktu pengumpulan. Periksa percakapan sebelumnya, pembagian tugas, atau jadwal proyek.
Hal ini penting karena terkadang kedua pihak memiliki pemahaman berbeda tentang tenggat. Kamu mungkin mengira hasilnya harus masuk pagi ini, sementara rekanmu memahami bahwa pengumpulan dilakukan sore hari.
Jika belum ada tenggat yang jelas, tanyakan perkiraan waktu penyelesaiannya terlebih dahulu.
Contoh:
Hai, untuk bagian data yang kemarin, kira-kira kapan bisa dikirim? Aku perlu menyesuaikan jadwal penyusunan laporan akhirnya.
2. Kirim pengingat pertama dengan nada netral
Jika tenggat sudah dekat atau hasil pekerjaan belum terlihat, kirim pesan singkat yang langsung menyebutkan tugasnya.
Misalnya:
Hai, aku mau mengingatkan bagian presentasi untuk rapat Jumat, ya. Kalau sudah selesai, boleh dikirim supaya aku bisa menggabungkan semua slide?
Untuk rekan kerja yang cukup dekat, bahasa santai seperti ini biasanya terasa lebih alami. Jika hubungan kalian lebih formal, gunakan sapaan dan pilihan kata yang sesuai dengan kebiasaan kantor.
Hindari membuka pesan dengan kalimat seperti "Kamu lupa lagi, ya?" karena mengandung asumsi bahwa rekan kerja sengaja atau berulang kali mengabaikan tanggung jawabnya.
3. Tanyakan kendala jika tugas belum selesai
Jika rekan kerja menjelaskan bahwa pekerjaannya belum selesai, cari tahu apa yang menghambat penyelesaian. Bisa jadi ada data yang belum diterima, instruksi yang kurang jelas, atau pekerjaan lain yang harus didahulukan.
Kamu bisa menulis:
Oke, ada kendala di bagian mana? Kalau ada data yang perlu dibantu atau prioritasnya perlu disesuaikan, kabari aku, ya, supaya kita bisa menentukan langkah berikutnya.
Tujuannya bukan mengambil alih semua tanggung jawab rekan kerja, melainkan mencari tahu apakah ada hambatan yang perlu diselesaikan bersama.
Jika memang ada kendala, sepakati langkah berikutnya dan waktu yang realistis untuk menyelesaikan pekerjaan.
4. Lakukan follow up dengan menyebutkan dampaknya
Jika tenggat semakin dekat tetapi hasilnya belum masuk, pengingat kedua perlu lebih spesifik. Jelaskan dampaknya terhadap pekerjaan tim dan waktu yang kamu perlukan.
Contohnya:
Hai, aku follow up lagi bagian laporanmu, ya. Aku perlu menggabungkan seluruh data paling lambat pukul 14.00 agar bisa dikirim sesuai jadwal. Apakah bagianmu bisa masuk sebelum waktu tersebut? Kalau ada kendala, tolong kabari supaya kita bisa menentukan alternatifnya.
Kalimat ini lebih efektif daripada sekadar mengirim "Sudah selesai belum?" berulang kali.
Jika tugas memang tidak mungkin selesai sesuai jadwal, kamu bisa mendiskusikan penyesuaian pembagian kerja atau meminta arahan atasan. Jangan menjanjikan tenggat baru kepada pihak lain sebelum mengetahui kondisi sebenarnya.
5. Simpan informasi progres jika pekerjaan berdampak pada tim
Untuk proyek kecil, percakapan WhatsApp mungkin sudah cukup. Namun, jika pekerjaan melibatkan beberapa orang atau tenggat penting, catat status tugas di dokumen bersama, papan proyek, atau kanal komunikasi tim.
Informasi yang perlu dicatat cukup sederhana:
- Nama atau bagian tugas yang belum selesai.
- Tenggat yang disepakati.
- Status terbaru dan kendala yang disampaikan.
- Keputusan atau tenggat baru jika ada.
Catatan ini membantu tim memahami kondisi pekerjaan tanpa harus mengandalkan ingatan atau mencari pesan lama. Fungsinya untuk koordinasi, bukan untuk mempermalukan rekan kerja.
Contoh chat untuk mengingatkan rekan kerja dalam berbagai situasi
Kalimat pengingat bisa berbeda tergantung hubungan kerja, kedekatan tenggat, dan dampak keterlambatan. Berikut template yang bisa langsung kamu sesuaikan.
Kalau rekan kerja lebih senior atau tidak terlalu dekat
Gunakan bahasa yang sedikit lebih formal tanpa membuat pesan menjadi bertele-tele.
Contoh:
Selamat pagi, Pak/Bu. Izin menanyakan progres bagian data untuk laporan yang akan dikumpulkan besok. Apakah ada perkiraan waktu pengirimannya? Saya perlu menyesuaikan jadwal penyusunan laporan akhir. Terima kasih.
Jika rekan kerja adalah teman sebaya yang biasa berkomunikasi santai, kamu tidak perlu menggunakan bahasa formal seperti surat dinas. Pilihan kata yang alami justru bisa membuat koordinasi terasa lebih nyaman.
Kalau rekan kerja sudah beberapa kali terlambat
Hindari langsung menyebutnya tidak disiplin. Bicarakan pola keterlambatan dengan merujuk pada kejadian dan dampaknya.
Contoh:
Aku mau membahas soal tenggat bagian laporan, ya. Beberapa kali aku baru menerima datanya mendekati waktu pengumpulan, jadi waktu untuk pengecekan akhir cukup terbatas. Menurutmu, bagaimana supaya kita bisa menyepakati jadwal yang lebih realistis untuk pekerjaan berikutnya?
Kalimat tersebut mengangkat persoalan yang nyata tanpa memberi label negatif kepada orangnya. Jika keterlambatan berulang kali memengaruhi hasil tim, pembicaraan perlu diarahkan pada kesepakatan kerja yang lebih jelas.
Kesalahan saat menagih tugas teman kantor yang perlu dihindari
Ada beberapa kebiasaan yang justru bisa membuat pengingat sederhana terasa seperti serangan pribadi.
1. Menggunakan sindiran.
Kalimat seperti "Enak banget, ya, tugas orang lain ditungguin" tidak menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan. Pesan itu lebih mudah memicu sikap defensif daripada membantu pekerjaan selesai.
2. Mengirim pesan berulang tanpa memberi informasi baru.
Mengirim "Sudah?" setiap beberapa menit bisa mengganggu dan membuat suasana tegang. Lebih baik sampaikan tenggat, dampak, dan waktu yang kamu perlukan dalam satu pesan yang jelas.
3. Menganggap keterlambatan sebagai kesengajaan.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa rekan kerja malas atau tidak peduli. Tanyakan progres dan kendalanya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
4. Mengambil alih pekerjaan tanpa kesepakatan.
Mengerjakan bagian rekan kerja memang bisa menjadi pilihan darurat dalam situasi tertentu, tetapi pastikan pembagian tanggung jawab dan persetujuan perubahan tugas jelas. Jika tidak, beban kerja bisa terus berpindah kepadamu.
5. Menegur di depan banyak orang untuk masalah yang masih bisa dibicarakan langsung.
Jika masalahnya menyangkut satu orang, pesan pribadi biasanya menjadi langkah awal yang lebih proporsional. Grup kerja dapat digunakan untuk pembaruan yang memang perlu diketahui semua anggota, bukan untuk mempermalukan seseorang.
6. Membiarkan masalah sampai melewati tenggat tanpa memberi kabar.
Jika kamu tahu pekerjaanmu terhambat karena bagian lain belum masuk, sampaikan risiko tersebut kepada pihak yang perlu mengetahuinya. Jangan menunggu sampai waktu pengumpulan terlewat baru menjelaskan masalahnya.
Apa yang dilakukan jika rekan kerja tetap tidak menyelesaikan tugas?
Jika pengingat sudah disampaikan tetapi pekerjaan belum selesai, kamu perlu menentukan langkah berdasarkan tenggat dan dampaknya terhadap tim.
1. Pastikan status terakhir. Tanyakan apakah pekerjaan masih dikerjakan, terhambat, atau membutuhkan bantuan tertentu.
2. Tentukan tenggat yang realistis. Jika jadwal awal tidak memungkinkan, sepakati waktu baru yang masih dapat diterima oleh pihak terkait.
3. Cari alternatif bersama. Misalnya, membagi ulang sebagian tugas atau mengirim hasil sementara jika format pekerjaan memungkinkan.
4. Berikan informasi kepada atasan jika risiko meningkat. Sampaikan status pekerjaan, tenggat, pengingat yang sudah dilakukan, dan keputusan yang dibutuhkan.
5. Pisahkan fakta dari penilaian pribadi. Jelaskan bahwa data belum diterima dan laporan berisiko terlambat, bukan langsung menyebut rekan kerja tidak bertanggung jawab.
Contoh pesan kepada atasan:
Pak/Bu, saya ingin menginformasikan bahwa bagian data untuk laporan belum diterima hingga saat ini. Saya sudah melakukan follow up dan masih menunggu konfirmasi waktu penyelesaian. Karena laporan dijadwalkan dikirim pukul 15.00, apakah ada arahan jika data tersebut belum masuk sesuai jadwal?
Pesan ini memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti. Kamu tidak perlu menyembunyikan hambatan pekerjaan, tetapi juga tidak perlu menjadikan komunikasi tersebut sebagai ajang menyalahkan rekan kerja.
Pada akhirnya, mengingatkan rekan kerja bukan berarti kamu harus selalu menjaga perasaan orang lain sampai mengabaikan kebutuhan pekerjaanmu sendiri. Kamu berhak meminta kejelasan mengenai bagian tugas yang memengaruhi tanggung jawabmu, dengan tetap menjaga cara penyampaian yang profesional.
Checklist dan tabel praktis
Checklist berikut bisa digunakan sebelum mengirim pengingat kepada rekan kerja.
Checklist sebelum follow up
Periksa setiap poin sebelum mengirim pesan pengingat kepada rekan kerja.
Tips: centang setiap poin yang sudah diperiksa. Kamu bisa menghapus centang satu per satu secara manual.
Kapan perlu mengingatkan kembali?
Tidak ada interval yang cocok untuk semua pekerjaan. Gunakan tenggat dan kebutuhan koordinasi sebagai patokan, bukan mengirim pesan berulang secara otomatis.
Jangan menganggap tidak adanya balasan sebagai bukti bahwa rekan kerja sengaja mengabaikan tugas. Namun, jika tenggat sudah terancam, kamu tetap perlu mengambil langkah agar pekerjaan tim tidak berhenti.
FAQ
1. Bagaimana cara mengingatkan rekan kerja lewat WhatsApp?
Sebutkan tugas yang dimaksud, tanyakan progres, lalu jelaskan kapan hasilnya dibutuhkan. Contohnya, "Hai, aku mau follow up bagian laporanmu. Kira-kira kapan bisa dikirim? Aku perlu menggabungkannya sebelum tenggat besok."
2. Kapan waktu yang tepat untuk mengingatkan rekan kerja?
Waktu yang tepat bergantung pada tenggat dan kesepakatan kerja. Kamu bisa mengingatkan sebelum tenggat ketika membutuhkan waktu untuk menggabungkan atau memeriksa hasil pekerjaan, bukan menunggu sampai batas pengumpulan terlewati.
3. Bagaimana jika rekan kerja tidak membalas pesan follow up?
Pastikan pesan sebelumnya sudah menyebutkan tugas dan tenggat dengan jelas. Jika pekerjaan mendesak, gunakan kanal komunikasi kerja lain yang wajar. Jika keterlambatan berisiko menghambat tim, sampaikan situasinya kepada atasan dengan informasi faktual.
4. Bagaimana cara menegur rekan kerja yang sering terlambat menyelesaikan tugas?
Bicarakan secara pribadi dengan menyebutkan kejadian konkret, dampaknya terhadap pekerjaan, dan kesepakatan yang perlu diperbaiki. Hindari label seperti malas atau tidak bertanggung jawab karena tidak membantu menemukan solusi.
5. Apakah boleh meminta bantuan atasan jika rekan kerja tidak menyelesaikan tugas?
Boleh jika keterlambatan mengancam tenggat, menghambat pekerjaan tim, atau tidak terselesaikan setelah tindak lanjut yang wajar. Jelaskan status tugas, komunikasi yang sudah dilakukan, dampaknya, dan arahan yang kamu butuhkan.

