Brilio.net - Kulit pisang yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik. Cara membuat pupuk kulit pisang untuk tanaman cabai pun cukup beragam, mulai dari mengolahnya menjadi pupuk organik cair, bubuk kulit pisang kering, sampai mencampurkannya ke bahan kompos.

Namun, kulit pisang tidak cukup hanya dipotong lalu diberikan ke tanaman jika ingin mendapatkan bentuk pupuk yang lebih praktis. Pengolahan membantu bahan organik tersebut terurai, sedangkan unsur hara dari bahan organik tidak semuanya langsung tersedia untuk tanaman. Karena itu, metode pengolahannya perlu disesuaikan dengan bentuk pupuk yang ingin digunakan.

1. Buat POC Kulit Pisang dengan Metode Perendaman

Cara pertama cocok bagi yang ingin memanfaatkan kulit pisang menjadi pupuk dalam bentuk cair. Potongan kulit pisang direndam dalam air sehingga bahan organiknya perlahan terurai.

Bahan yang diperlukan:

  • Kulit pisang yang masih bersih
  • Air
  • Sedikit gula pasir atau gula merah
  • Wadah bertutup
  • Saringan

Cara membuatnya:

1. Cuci kulit pisang sampai tidak ada sisa buah atau kotoran yang menempel.
2. Potong kulit menjadi bagian kecil agar permukaannya lebih banyak terkena air.
3. Masukkan potongan kulit pisang ke dalam wadah.
4. Tuangkan air sampai kulit pisang terendam.
5. Tambahkan sedikit gula sebagai sumber karbon bagi mikroorganisme yang membantu proses penguraian.
6. Aduk hingga semua bahan tercampur.
7. Tutup wadah dan simpan di tempat teduh.
8. Biarkan selama beberapa hari sambil memperhatikan kondisi larutan.
9. Setelah selesai, saring cairannya dan pisahkan dari ampas.
10. Encerkan cairan sebelum digunakan pada tanaman.

Ampasnya tidak perlu langsung dibuang. Bahan tersebut masih dapat dimasukkan ke dalam tumpukan kompos.

Catatan: lama perendaman tidak perlu dianggap sebagai angka mutlak yang menjamin pupuk siap digunakan. Kondisi bahan, suhu, kebersihan wadah, dan proses penguraian dapat memengaruhi hasil.

2. Cara Membuat POC Kulit Pisang dengan EM4

Kalau ingin menggunakan aktivator mikroba, kulit pisang juga dapat difermentasi bersama larutan EM4.

Siapkan:

  • sekitar 1 kg kulit pisang;
  • sekitar 2 liter air;
  • sekitar 50 ml EM4;
  • sedikit molase atau larutan gula;
  • wadah fermentasi.

Air cucian beras juga dapat digunakan sebagai bagian dari campuran, tetapi tidak wajib.

Langkah pembuatannya:

1. Cuci kulit pisang sampai bersih.
2. Cincang kulit menjadi potongan kecil.
3. Masukkan ke wadah fermentasi.
4. Tambahkan air.
5. Tuangkan EM4 dan sedikit molase atau larutan gula.
6. Aduk semua bahan hingga tercampur.
7. Tutup wadah.
8. Pastikan wadah dan sistem pelepasan gas sesuai dengan metode fermentasi yang digunakan.
9. Simpan di tempat teduh selama proses fermentasi.
10. Setelah proses selesai, saring cairannya.
11. Encerkan sebelum diaplikasikan pada tanaman cabai.

Jangan langsung menganggap cairan hasil fermentasi sebagai pengganti seluruh kebutuhan pupuk tanaman. Pupuk organik memiliki kandungan dan ketersediaan unsur hara yang bisa berbeda-beda, sehingga kebutuhan tanaman tetap perlu diperhatikan.

3. Ubah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Bubuk

Tidak ingin repot menyimpan cairan? Kulit pisang dapat dikeringkan terlebih dahulu kemudian dihaluskan.

Metode ini membuat bahan lebih praktis disimpan dibandingkan kulit pisang segar.

Caranya:

1. Cuci kulit pisang sampai bersih.
2. Tiriskan sampai tidak terlalu basah.
3. Iris tipis-tipis.
4. Susun kulit pisang di atas nampan atau wadah datar.
5. Jemur sampai benar-benar kering.
6. Pastikan teksturnya sudah renyah dan tidak menyisakan kelembapan.
7. Haluskan menggunakan blender atau alat penumbuk.
8. Simpan bubuk dalam wadah yang kering dan tertutup rapat.

Kulit yang belum benar-benar kering sebaiknya jangan langsung disimpan karena kelembapan dapat membuat bahan lebih mudah mengalami kerusakan atau ditumbuhi jamur.

Bubuk kulit pisang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai bahan organik di sekitar tanaman atau dicampurkan ke media tanam dalam jumlah secukupnya.

4. Campurkan Kulit Pisang ke Dalam Kompos

Cara terakhir cocok jika tersedia cukup banyak sampah organik dapur. Kulit pisang tidak perlu diproses menjadi cairan atau bubuk, tetapi bisa menjadi salah satu bahan dalam tumpukan kompos.

Langkahnya:

1. Kumpulkan kulit pisang yang bersih.
2. Potong menjadi bagian kecil.
3. Campurkan dengan bahan organik lain seperti daun kering dan sisa sayuran.
4. Jangan menjadikan kulit pisang sebagai satu-satunya bahan kompos.
5. Jaga tumpukan tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah.
6. Balik atau aduk tumpukan secara berkala agar udara dapat masuk.
7. Tunggu sampai bahan berubah menjadi lebih gelap dan bertekstur remah.
8. Gunakan kompos matang sebagai campuran media tanam atau di sekitar tanaman.

Kompos yang sudah matang umumnya memiliki tekstur remah dan aroma tanah, bukan bau menyengat dari bahan organik yang masih membusuk. Kompos yang belum selesai terurai sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kompos siap pakai. 

Mana Metode Kulit Pisang yang Paling Praktis?

Keempat metode di atas sama-sama memanfaatkan kulit pisang, tetapi bentuk akhirnya berbeda. Pilihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan merawat tanaman.

MetodeBentuk AkhirKelebihan PraktisHal yang Perlu Diperhatikan
PerendamanCairBahan dan alat sederhanaCairan perlu disaring dan diencerkan.
Fermentasi EM4CairMenggunakan aktivator untuk proses fermentasiWadah perlu diperhatikan selama proses berlangsung.
PengeringanBubukLebih praktis disimpanKulit harus benar-benar kering.
PengomposanKomposBisa memanfaatkan sampah organik lain sekaligusMembutuhkan waktu hingga bahan matang.

 

Kenapa Kulit Pisang Sering Dipakai untuk Pupuk?

Kulit pisang merupakan bahan organik yang mengandung berbagai unsur mineral, termasuk kalium. Tanaman juga membutuhkan nitrogen, fosfor, kalium, serta sejumlah unsur lain dalam jumlah dan bentuk yang sesuai untuk pertumbuhan.

Namun, kandungan unsur hara pada bahan organik tidak bisa dianggap selalu sama. Proses penguraian juga menentukan kapan dan dalam bentuk apa sebagian unsur tersebut tersedia bagi tanaman. Karena itu, kulit pisang lebih tepat dipandang sebagai salah satu sumber bahan organik atau tambahan nutrisi, bukan sebagai pupuk lengkap yang otomatis memenuhi seluruh kebutuhan cabai.

Ketersediaan unsur hara juga dipengaruhi kondisi media tanam. Bahkan kelebihan unsur tertentu akibat pemberian bahan organik secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan nutrisi tanaman.

Bagan Alur Memilih Pupuk Kulit Pisang untuk Cabai

Punya kulit pisang?
Pilih bentuk pupuk
CAIR BUBUK KOMPOS
Rendam /
fermentasi
Encerkan
sebelum dipakai
Keringkan lalu
haluskan
Simpan dalam
wadah kering
Campur dengan
bahan organik
Tunggu hingga
kompos matang
Gunakan secukupnya pada tanaman cabai
Pantau kondisi tanaman dan media

 

Jangan Berlebihan Memberikan Pupuk Kulit Pisang

Karena dibuat dari bahan dapur, pupuk kulit pisang sering dianggap aman diberikan sebanyak mungkin. Padahal, prinsipnya tetap sama seperti penggunaan bahan organik lainnya: lebih banyak tidak selalu lebih baik.

Pemberian bahan organik secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan unsur tertentu dan garam terlarut pada media. Kondisi tersebut justru dapat mengganggu keseimbangan nutrisi dan kesehatan tanaman.

Karena itu, gunakan secukupnya dan perhatikan respons tanaman. Jika tanaman cabai sudah mendapatkan pupuk lain secara rutin, jangan menambahkan berbagai sumber nutrisi tanpa mempertimbangkan total yang diberikan.

Tips Agar Pupuk Kulit Pisang Tidak Gagal

Beberapa hal sederhana bisa diperhatikan sejak awal:

  • Gunakan kulit pisang yang tidak busuk parah sebagai bahan awal.
  • Cuci bahan sebelum diproses.
  • Potong kecil-kecil agar lebih mudah terurai.
  • Untuk pupuk bubuk, pastikan kulit benar-benar kering sebelum disimpan.
  • Untuk kompos, jangan hanya menggunakan satu jenis bahan organik.
  • Jangan menggunakan kompos yang masih jelas menunjukkan proses pembusukan.
  • Jika membuat pupuk cair fermentasi, gunakan wadah yang sesuai dan perhatikan pembentukan gas.
  • Encerkan pupuk cair sebelum digunakan sesuai kebutuhan.
  • Jangan menjadikan pupuk kulit pisang sebagai satu-satunya sumber nutrisi tanaman tanpa mempertimbangkan kebutuhan cabai secara keseluruhan.

FAQ

1. Apakah kulit pisang bisa dijadikan pupuk untuk tanaman cabai?

Bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik, baik dalam bentuk cair, bubuk, maupun sebagai bagian dari kompos. Kulit pisang mengandung sejumlah mineral, tetapi tidak sebaiknya dianggap sebagai satu-satunya sumber nutrisi tanaman.

2. Apakah POC kulit pisang harus diencerkan sebelum diberikan ke tanaman?

Sebaiknya jangan langsung menggunakan larutan pekat. Pupuk cair perlu diencerkan sesuai metode pembuatannya agar pemberian bahan terlarut ke media tidak berlebihan.

3. Mana yang lebih praktis, POC atau pupuk bubuk kulit pisang?

Keduanya punya kelebihan. POC membutuhkan proses penyaringan dan penyimpanan cairan, sedangkan pupuk bubuk membutuhkan proses pengeringan sampai benar-benar tuntas. Pilih berdasarkan metode yang paling mudah dilakukan di rumah.