Nggak perlu jijik lagi, ini cara simpel bersihkan jeroan sapi biar nggak berlendir

Nggak perlu jijik lagi, ini cara simpel bersihkan jeroan sapi biar nggak berlendir
Cara bersihkan jeroan | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Mengolah jeroan kurban seringkali jadi momen yang paling bikin malas karena teksturnya yang licin dan aromanya yang menusuk. Kalau kita cuma asal cuci pakai air, lendir dan bau prengusnya justru bakal makin nempel bahkan menyebar ke seluruh peralatan dapur. Kita butuh trik khusus supaya bagian babat atau usus ini benar-benar bersih sebelum masuk ke penggorengan atau panci gulai.

Kuncinya bukan pada seberapa banyak air yang kita pakai, tapi pada bahan dapur apa yang kita pilih untuk meluruhkan kotorannya. Dengan teknik yang tepat, kita bisa memastikan jeroan yang kita masak nanti punya rasa yang sedap tanpa ada gangguan sisa darah yang pahit atau aroma tak sedap. Yuk, kita simak cara praktisnya supaya jeroan kurban tahun ini hasilnya lebih premium dan bersih maksimal.

Metode Pembersihan Jeroan Anti Amis

1. Teknik Garam dan Tepung untuk Usus & Babat

Lendir pada usus dan babat seringkali sulit hilang hanya dengan air mengalir sehingga butuh bahan pengikat. Kombinasi garam kasar dan tepung terigu efektif mengangkat lapisan licin yang menempel di dinding jeroan secara fisik. Cara ini memastikan kotoran terangkat sempurna sebelum masuk ke tahap perebusan pertama.

Bahan:
- 3 sdm garam kasar
- 5 sdm tepung terigu
- Air mengalir secukupnya

Cara Membuat:
1. Balur jeroan yang sudah dibilas air dengan garam kasar dan tepung terigu secara merata.
2. Remas-remas jeroan dengan kuat selama beberapa menit sampai lendirnya menggumpal bersama tepung.
3. Bilas di bawah air mengalir sampai permukaan jeroan terasa kesat dan tidak ada lagi sisa tepung yang menempel.

2. Deep Clean Darah Paru dengan Air Kapur Sirih

Paru-paru memiliki tekstur seperti spons yang menyimpan banyak sisa darah di dalam rongganya sehingga rawan berbau tajam. Merendam paru dalam larutan kapur sirih bisa membantu mengeluarkan sisa darah tersembunyi sekaligus memadatkan tekstur dagingnya. Hasilnya, paru akan lebih bersih dan tidak hancur saat nanti dipotong-potong atau digoreng.

Bahan:
- 1 sdm kapur sirih
- 1 liter air
- Jeruk nipis secukupnya

Cara Membuat:
1. Larutkan kapur sirih ke dalam air, lalu masukkan irisan paru yang sudah dipotong dalam ukuran besar.
2. Diamkan selama 20 menit sampai air rendaman berubah warna menjadi kemerahan karena darah yang keluar.
3. Cuci bersih kembali dengan air mengalir, lalu beri perasan jeruk nipis untuk menetralkan aroma kapur.

3. Perebusan Awal dengan Rempah Aromatik

Tahap ini merupakan langkah final untuk membuang sisa kotoran dan bau yang masih tertinggal di dalam serat jeroan. Merebus jeroan dalam keadaan air mendidih bersama rempah kuat akan mengikat aroma tidak sedap dan membuang sisa buih kotoran. Pastikan air rebusan pertama ini dibuang seluruhnya dan tidak digunakan kembali sebagai kaldu masakan.

Bahan:
- 3 lembar daun salam
- 2 batang serai (geprek)
- 5 cm jahe (iris tebal)

Cara Membuat:
1. Didihkan air secukupnya dalam panci, lalu masukkan semua rempah aromatik ke dalamnya.
2. Rebus jeroan selama 15-20 menit sampai keluar buih-buih kotoran berwarna keabu-abuan di permukaan air.
3. Angkat jeroan, buang air rebusannya, lalu tiriskan jeroan sebelum diolah ke bumbu utama.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Kenapa tidak boleh mencuci jeroan dengan air panas di tahap awal?

Air panas yang langsung mengenai jeroan berlendir justru akan membuat lendir tersebut "matang" dan semakin sulit dilepaskan dari permukaan kulit. Sebaiknya gunakan air suhu ruang dan bahan pembersih seperti tepung lebih dulu agar lendir luruh secara alami.

2. Apakah aman menggunakan deterjen untuk mencuci babat agar putih?

Sangat tidak disarankan karena deterjen mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa terserap ke dalam pori-pori jeroan. Untuk memutihkan babat secara alami, cukup gunakan rendaman air kapur sirih atau perasan jeruk nipis yang jauh lebih aman untuk dikonsumsi.

3. Bagaimana cara menghilangkan bau amis yang terlanjur menempel di wastafel?

Setelah mencuci jeroan, siram wastafel dengan campuran air panas, cuka, dan sisa kulit jeruk nipis untuk meluruhkan lemak serta bau. Taburkan sedikit soda kue jika bau masih membandel, diamkan sebentar, lalu sikat sampai bersih.

4. Apakah air rebusan jeroan pertama boleh dipakai untuk kuah soto?

Sangat dilarang karena air rebusan pertama mengandung sisa kotoran, sisa darah, dan bau prengus yang sangat kuat. Selalu buang air rebusan pertama dan gunakan air baru jika ingin membuat kuah kaldu yang segar dan bening.

5. Berapa lama jeroan yang sudah bersih bisa disimpan di freezer?

Jeroan yang sudah dibersihkan dan direbus setengah matang bisa bertahan hingga 3 bulan di dalam wadah kedap udara di freezer. Pastikan jeroan sudah dalam kondisi dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan agar kualitasnya tetap terjaga.


(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas