Brilio.net - Kulit bawang merah dan bawang putih yang tersisa setelah memasak masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan larutan untuk perawatan tanaman cabai. Salah satu caranya dengan merendam atau merebus kulit bawang menggunakan air, lalu mengaplikasikan cairannya pada tanah di sekitar tanaman.

Cara ini cukup sederhana karena bahan utamanya berasal dari sisa dapur. Namun, larutan kulit bawang sebaiknya hanya digunakan sebagai tambahan dalam perawatan tanaman, bukan sebagai pengganti pupuk utama.

Pasalnya, kandungan nutrisi yang terdapat dalam larutan tersebut tidak terukur secara pasti sehingga belum tentu dapat mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman cabai secara keseluruhan.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum membuat larutan, pilih kulit bawang yang kondisinya masih baik. Kulit bawang merah, bawang putih, atau campuran keduanya dapat digunakan. Berikut penjelasannya dilansir dari Liputan6, Rabu (19/8/2026). 

Alat:

- Wadah atau ember kecil yang memiliki tutup
- Panci
- Saringan
- Gelas ukur atau botol bekas
- Sendok atau alat pengaduk

Bahan:

- 1 genggam kulit bawang merah dan/atau bawang putih
- 1 liter air bersih

Kulit bawang sebaiknya dalam kondisi kering dan tidak berjamur. Hindari menggunakan kulit yang terkena minyak, garam, saus, atau sisa bumbu masakan karena bahan tersebut dapat ikut masuk ke dalam larutan dan kurang sesuai jika diberikan ke media tanam.

Cara Membuat Larutan Kulit Bawang dengan Perendaman

Metode perendaman menjadi salah satu pilihan karena tidak memerlukan proses pemanasan. Berikut langkah yang bisa dilakukan.

1. Pilih dan bersihkan kulit bawang

Ambil bagian kulit luar bawang merah atau bawang putih yang masih layak digunakan. Singkirkan kulit yang busuk, berlendir, atau berjamur. Jika terdapat debu atau kotoran, bersihkan secukupnya.

2. Masukkan kulit bawang ke wadah

Letakkan sekitar satu genggam kulit bawang ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Kulit bawang merah dan putih dapat direndam sendiri-sendiri atau dicampur.

Sisakan ruang dalam wadah agar air tidak mudah meluap dan wadah tetap dapat ditutup.

3. Tuangkan air bersih

Tambahkan sekitar 1 liter air hingga seluruh kulit bawang terendam. Pastikan air tidak mengandung deterjen, minyak, atau bahan kimia lain.

Aduk perlahan agar kulit bawang dan air tercampur sebelum wadah ditutup.

4. Rendam selama 12–24 jam

Tutup wadah kemudian letakkan di tempat teduh selama kurang lebih 12–24 jam. Hindari menyimpan rendaman terlalu lama karena bahan organik yang dibiarkan berhari-hari dapat mengalami fermentasi dan menimbulkan bau.

5. Saring air rendaman

Setelah proses perendaman selesai, saring cairan untuk memisahkan air dari kulit bawang. Air hasil penyaringan inilah yang dapat digunakan sebagai larutan tambahan untuk tanaman.

Sisa kulit bawang juga masih bisa dimanfaatkan dengan memasukkannya ke kompos atau mengolahnya bersama bahan organik lainnya.

6. Campurkan dengan air sebelum digunakan

Larutan hasil rendaman sebaiknya tidak langsung diberikan dalam kondisi pekat, terutama pada tanaman cabai yang masih muda atau belum pernah mendapatkannya.

Salah satu perbandingan yang dapat digunakan adalah 1:1, misalnya 500 ml larutan kulit bawang dicampur dengan 500 ml air bersih.

7. Aplikasikan ke tanah sekitar tanaman

Gunakan larutan yang sudah diencerkan untuk menyiram tanah di sekitar pangkal tanaman cabai. Berikan secukupnya dan hindari membuat media tanam terlalu basah atau tergenang.

Penggunaan dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada pemberian pertama, respons tanaman sebaiknya diamati sebelum penggunaan dilakukan kembali.

Cara Membuat Larutan Kulit Bawang dengan Direbus

Selain direndam, kulit bawang dapat diolah melalui metode perebusan. Caranya, masukkan satu genggam kulit bawang ke dalam panci berisi sekitar 1 liter air.

Rebus menggunakan api kecil selama kurang lebih 10–15 menit. Setelah itu, matikan api dan tunggu hingga cairan benar-benar dingin sebelum disaring.

Air rebusan kemudian dapat dicampurkan dengan air bersih sebelum diberikan ke tanaman cabai.

Jangan menyiramkan larutan ketika masih panas. Cairan bersuhu tinggi dapat mengganggu atau merusak bagian akar jika langsung mengenai area perakaran.

Perebusan juga tidak berarti larutan yang dihasilkan pasti lebih efektif dibandingkan metode perendaman. Karena itu, larutan tidak perlu dibuat terlalu pekat ataupun diberikan dalam jumlah berlebihan.

Apakah Larutan Kulit Bawang Bisa Membuat Cabai Lebih Subur?

Kulit bawang memiliki sejumlah senyawa dan mineral yang dapat larut ke dalam air. Pemanfaatannya sebagai larutan tambahan dapat menjadi salah satu cara mengolah sisa dapur sekaligus memasukkan bahan organik nabati ke dalam perawatan tanaman cabai.

Meski begitu, larutan kulit bawang tidak dapat disamakan dengan pupuk lengkap. Kandungan dan jumlah unsur hara yang masuk ke dalam air dapat berbeda-beda sehingga tidak ada kepastian bahwa larutan tersebut mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman.

Jika ingin mendukung pertumbuhan dan produksi cabai, pemupukan utama tetap diperlukan sesuai kondisi serta fase pertumbuhan tanaman. Larutan kulit bawang lebih tepat ditempatkan sebagai pelengkap, bukan satu-satunya sumber nutrisi.

FAQ

1. Berapa lama larutan kulit bawang bisa disimpan?

Sebaiknya larutan dibuat dalam jumlah yang akan segera digunakan. Penyimpanan terlalu lama dapat mengubah kondisi larutan karena bahan organik di dalamnya dapat mengalami proses fermentasi.

2. Apakah kulit bawang merah dan bawang putih harus dipisahkan?

Tidak harus. Kedua jenis kulit bawang dapat digunakan secara terpisah maupun dicampur, selama bahan yang digunakan masih bersih dan tidak berjamur.

3. Apakah larutan kulit bawang bisa digunakan untuk tanaman selain cabai?

Larutan berbahan kulit bawang juga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan dalam perawatan sejumlah tanaman. Namun, kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda sehingga penggunaannya tetap perlu disesuaikan.

4. Apa tanda tanaman tidak cocok setelah diberi larutan?

Perubahan pada kondisi daun, pertumbuhan yang terganggu, atau kondisi media tanam yang terlalu lembap dapat menjadi alasan untuk menghentikan sementara penggunaan dan mengevaluasi cara aplikasinya.

5. Apakah sisa kulit bawang setelah direndam masih berguna?

Sisa kulit bawang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos bersama limbah organik lainnya sehingga tidak harus langsung dibuang.