- 1. Mulai dengan Pupuk Organik
- 2. Gunakan NPK Seimbang untuk Tanaman Muda
- 3. Kurangi Nitrogen Ketika Tanaman Mulai Produktif
- 4. Berikan Fosfor Menjelang Pembungaan
- 5. Naikkan Asupan Kalium Ketika Buah Mulai Terbentuk
- 6. Jangan Lupakan Unsur Hara Mikro
- 7. Perhatikan Cara Menaburkan Pupuk
- 8. Buat Jadwal Pemupukan Sesuai Fase Tanaman
- 9. Lengkapi Pemupukan dengan Perawatan Tanaman
- FAQ
Brilio.net - Pemberian pupuk menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan pohon alpukat, terutama ketika tanaman sudah diarahkan untuk memasuki fase berbunga dan berbuah. Jenis pupuk yang diberikan sebaiknya tidak disamaratakan karena kebutuhan nutrisi alpukat dapat berubah mengikuti usia dan tahap pertumbuhannya.
Selain memilih pupuk, waktu serta cara aplikasinya juga perlu diperhatikan. Pupuk yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman dapat membantu pertumbuhan akar, daun, bunga, hingga buah. Sebaliknya, pemberian unsur tertentu secara berlebihan, terutama saat tanaman mulai memasuki fase produksi, justru dapat membuat pertumbuhan vegetatif lebih dominan.
1. Mulai dengan Pupuk Organik
Pupuk organik dapat digunakan sebagai bagian dasar dalam pemeliharaan pohon alpukat. Kompos atau pupuk kandang yang telah matang membantu menambah bahan organik pada tanah dan menyediakan nutrisi secara bertahap.
Tanah dengan kandungan bahan organik yang baik juga dapat membantu mempertahankan air dan kelembapan serta mendukung aktivitas mikroorganisme di sekitar akar.
Untuk pohon alpukat, pupuk kandang matang atau kompos dapat diberikan sekitar 10–30 kilogram per pohon, dengan penyesuaian berdasarkan usia dan ukuran tajuk. Pemberian dapat dilakukan setiap empat hingga enam bulan.
Cara aplikasinya yakni dengan menyebarkan pupuk di area bawah tajuk, bukan menumpuknya tepat di batang. Setelah itu, pupuk bisa ditutup menggunakan lapisan tanah tipis. Jika tanah dalam kondisi kering, penyiraman dapat dilakukan setelah pemupukan.
2. Gunakan NPK Seimbang untuk Tanaman Muda
Pada usia awal pertumbuhan, alpukat membutuhkan nitrogen, fosfor, dan kalium untuk menunjang perkembangan bagian vegetatif tanaman. NPK dengan komposisi 15-15-15 atau 16-16-16 dapat digunakan untuk tanaman berusia sekitar satu hingga tiga tahun.
Jumlah pupuk perlu disesuaikan dengan usia dan ukuran tanaman. Berdasarkan materi sumber, dosisnya dapat mengikuti panduan berikut.
| Usia Pohon | Dosis NPK |
|---|---|
| 1 tahun | 100–200 gram |
| 2 tahun | 200–400 gram |
| 3 tahun | 400–600 gram |
Pemupukan pada fase ini dilakukan sekitar tiga bulan sekali agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga.
3. Kurangi Nitrogen Ketika Tanaman Mulai Produktif
Memasuki usia dewasa, kebutuhan pupuk alpukat perlu disesuaikan kembali. Pada tahap ini, penggunaan nitrogen dalam jumlah terlalu tinggi dapat mendorong pertumbuhan daun dan tunas secara berlebihan sehingga tanaman lebih banyak menghasilkan bagian vegetatif daripada memasuki fase pembungaan.
Fosfor dan kalium kemudian menjadi unsur yang lebih diperhatikan karena berkaitan dengan fase pembentukan bunga dan persiapan tanaman menuju produksi. Pupuk NPK dengan kandungan kalium lebih tinggi dapat menjadi salah satu pilihan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah mengurangi pemakaian urea, memilih pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi, menyesuaikan dosis berdasarkan usia tanaman, serta menghindari pemberian pupuk dalam jumlah berlebihan sekaligus.
4. Berikan Fosfor Menjelang Pembungaan
Sekitar satu hingga dua bulan sebelum masa berbunga, pupuk yang mengandung fosfor dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanaman. Unsur ini mendukung perkembangan akar sekaligus proses pembentukan bagian reproduktif tanaman.
Salah satu sumber fosfor yang disebut dalam materi adalah SP-36, dengan dosis sekitar 200–500 gram per pohon, tergantung usia dan ukuran tanaman.
Pupuk dapat ditebarkan secara merata di bawah tajuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis. Jika kondisi tanah kering, penyiraman dapat dilakukan setelah aplikasi.
5. Naikkan Asupan Kalium Ketika Buah Mulai Terbentuk
Kebutuhan kalium menjadi lebih penting setelah bunga berkembang menjadi bakal buah. Unsur ini berkaitan dengan proses pembesaran buah dan kualitas hasil panen, sekaligus disebut dapat membantu mengurangi risiko kerontokan buah muda.
Kalium bisa diperoleh dari pupuk seperti KCl atau pupuk majemuk dengan kandungan kalium tinggi. Materi sumber mencantumkan kisaran 200–500 gram per pohon, yang diberikan ketika buah mulai berukuran kira-kira sebesar kelereng.
Beberapa fungsi kalium yang dicantumkan dalam materi meliputi membantu perkembangan ukuran buah, mengurangi kerontokan buah muda, mendukung kualitas rasa, serta membantu tanaman menghadapi cekaman lingkungan.
6. Jangan Lupakan Unsur Hara Mikro
Selain nitrogen, fosfor, dan kalium, alpukat juga membutuhkan unsur mikro seperti boron, seng, magnesium, dan kalsium. Walaupun diperlukan dalam jumlah lebih sedikit, unsur tersebut tetap berkaitan dengan pertumbuhan serta proses pembungaan dan pembentukan buah.
Pupuk daun yang mengandung unsur mikro dapat diberikan setiap satu hingga dua bulan sekali, dengan mengikuti petunjuk pemakaian pada kemasan. Penyemprotan disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari.
Peran masing-masing unsur juga berbeda. Boron berkaitan dengan pembentukan bunga, seng mendukung pertumbuhan tunas, magnesium diperlukan dalam pembentukan klorofil, sedangkan kalsium berperan dalam memperkuat jaringan tanaman.
7. Perhatikan Cara Menaburkan Pupuk
Jenis pupuk saja tidak cukup jika aplikasinya dilakukan di tempat yang kurang tepat. Pupuk sebaiknya tidak ditumpuk persis di pangkal batang karena akar yang aktif menyerap unsur hara banyak berada di area sekitar proyeksi tajuk.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah membuat parit melingkar mengikuti area tajuk dengan kedalaman sekitar 10–15 sentimeter. Pupuk kemudian ditebarkan secara merata di dalam area tersebut sebelum ditutup kembali dengan tanah.
Setelah pemupukan, tanah dapat disiram secukupnya, terutama jika kondisinya kering.
8. Buat Jadwal Pemupukan Sesuai Fase Tanaman
Pemupukan pohon alpukat sebaiknya tidak dilakukan secara acak sepanjang tahun. Jenis nutrisi yang diberikan dapat disesuaikan dengan tahap pertumbuhan, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga pembentukan bunga dan buah.
Untuk tanaman yang sudah memasuki usia produktif, materi sumber memberikan contoh jadwal sebagai berikut.
| Fase/Waktu | Contoh Pemupukan |
|---|---|
| Awal musim hujan | 20–30 kg pupuk kandang + sekitar 500 gram NPK |
| 1–2 bulan sebelum berbunga | 300 gram SP-36 |
| Saat bunga mulai muncul | 300 gram pupuk tinggi kalium |
| Saat buah sebesar kelereng | Pupuk tinggi kalium + unsur mikro bila diperlukan |
Jadwal tersebut merupakan contoh yang tercantum dalam materi dan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman serta petunjuk penggunaan pupuk.
9. Lengkapi Pemupukan dengan Perawatan Tanaman
Pemupukan bukan satu-satunya bagian yang menentukan kondisi pohon alpukat. Penyiraman, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, serta kebersihan area sekitar akar juga perlu diperhatikan supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Materi sumber juga menyebut bibit hasil sambung pucuk atau okulasi dapat memasuki masa berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman yang berasal dari biji. Dengan perawatan yang baik, pohon hasil perbanyakan vegetatif disebut dapat mulai menghasilkan buah dalam sekitar tiga hingga lima tahun.
Perawatan pendukung yang dapat dilakukan meliputi:
- Pastikan pohon mendapat sinar matahari sekitar 6–8 jam setiap hari.
- Pangkas cabang yang terlalu rapat.
- Hindari penyiraman berlebihan menjelang pembungaan.
- Kendalikan hama dan penyakit sejak gejala awal terlihat.
- Bersihkan gulma di sekitar perakaran agar tidak terjadi persaingan dalam memperoleh nutrisi.
FAQ
1. Apakah pohon alpukat dari biji bisa cepat berbuah?
Bisa tumbuh dan berbuah, tetapi materi sumber menyebut bibit hasil sambung pucuk atau okulasi umumnya dapat memasuki masa berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman dari biji.
2. Mengapa pemupukan alpukat perlu disesuaikan dengan umur tanaman?
Kebutuhan nutrisi berubah mengikuti fase pertumbuhan. Tanaman muda lebih diarahkan untuk membangun akar, batang, dan percabangan, sedangkan tanaman produktif membutuhkan pengaturan nutrisi yang mendukung pembungaan dan pembentukan buah.
3. Apakah pupuk harus diberikan saat tanah kering?
Tidak. Jika tanah sedang kering, materi menyarankan penyiraman setelah pemupukan. Kondisi tanah juga perlu diperhatikan agar aplikasi pupuk tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan air tanaman.
4. Mengapa gulma di sekitar pohon alpukat perlu dibersihkan?
Gulma dapat ikut menggunakan nutrisi dan air di sekitar area perakaran. Membersihkan gulma membantu mengurangi persaingan tersebut.
5. Kapan pemangkasan pohon alpukat perlu dilakukan?
Materi menyarankan pemangkasan cabang yang terlalu rapat sebagai bagian dari perawatan pendukung, tetapi tidak memberikan jadwal atau frekuensi pemangkasan secara spesifik.
Recommended By Editor
- Cara bikin es krim alpukat homemade tanpa mixer, modal alpukat dan susu jadi dessert enak
- Cara mengatasi pohon alpukat kerdil dan 5 penyebab tersembunyi yang wajib diketahui
- Cuma pakai garam, ini trik simpel bikin alpukat cepat matang dalam 1 hari
- 5 Resep kreasi minuman alpukat yang segar menggoda, creamy dan manisnya bikin nagih dan susah lupa
- Asal simpan alpukat matang bisa bikin busuk dan menghitam, coba cara ini biar awet berminggu-minggu
- Bukan diperam berhari-hari, chef ini bagikan cara cepat mematangkan alpukat dalam 10 menit

